KARAWANG,JAWABARAT.Program
pemerintah dalam penyediaan rumah tidak layak huni (Rutilahu) belum sepenuhnya
dirasakan oleh warga miskin.Masih banyak warga miskin di wilayah Kabupaten
Karawang seperti saat tim Posben investigasi ke Desa Segarjaya Kecamatan
Batu Jaya Masih ada yang Tidak Tersentuh oleh Program pemerintah yang hanya mendengar nama programnya
saja, namun, belum pernah merasakan manfaatnya meski mereka sangat layak
mendapatkan program tersebut.
Salah satu warga di Desa Segarjaya hanya mendengar, namun belum pernah
tersentuh program Rutilahu warga Deasa Segar Jaya RT 009/11 Dususn Kali Asin 11
Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang
Provinsi Jawa Barat.
Menurut pemilik Rumah tersebut yang Enggan di
sebutkan Namanya.”saya hanya mendengar program tersebut (RUTILAHU_Red) tapi
saya selama ini belum merasakan selam 4 Kali ganti Kepala desa rumah saya masih
seperti ini,Saya Denger di Desa segarjaya mendapatkan 3 unit Program Rutilahu,Mungkin
bukan rezki saya,Selain itu ada yang lebih parah lagi di Ke RTan kami.Katanya
pada Posben ,Minggu (1/05/2016).
“Saya tidak Tahu program 3 unit rumah tersebut dibangunkan
di mana,dan tentang rumah warga RT009 ini saya belum ajukan.Pungkas Ketua
RT.009.
.
 |
| Ketua DPRD Kabupaten Karawang H.Toto Suripto |
"Tidak ada alasan operalihan anggaran
RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni) artinya kalau si A mendaptkan Harus Si A tidak
Boleh Dialihkan Ke Si B,Bila Ada oknum Kepala Desa yang Mengalihkan Rutilahu
Laporkan, Akan Kami Tindak Lanjuti".Tegas Toto suripto Ketua DPRD Kabupten
Karawang di sela sela Acara HUT PDIP Ke 43,saat di mintai komentar tentang
Rutilahu,Minggu (8/05/2016).(wasimMM)
Jam 11.19 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Bidik,
Bisnis,
Daerah,
Hukum
|
Baca Selengkapnya »
KARAWANG,JAWABARAT.Program Pembangunan infrastruktur desa
sepertinya belum berjalan maksimal, faktanya, pemerintah Desa,Pemerintah daerah
maupun pusat hingga kini masih tutup mata dengan Jalan Poros Desa yang Menuju
Kepantai putri Cikeong yang letaknya di Dusun Karang anyar Desa segar Jaya
Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang kondisinya sangat memperhatinkan
berlubang dan Terjal bila Hujan
Turun,sangat membahyakan pengguna jalan,ironisnya lagi jalan tersebut
Kondisinya masih Tanah seakan tidak tersentuh oleh pembangunan baik dari
anggran Desa maupun bantuan aspirasi,dan dinas Terkait.
Menurut Warga Setempat yang namanya enggan di
sebutkan.” Kondisi jalan ini sudah lama apa lagi di kal hujan turun sangat
membhayakan penguna jalan,dan jalan ini hanya pengerasan pengerasn saja,belum
di beton secara permanen,pungkasnya pada posben,Minggu (1/05/2016).
Harapan warga Karang anyar.” Saya
berharap kepada dinas terkait baik dari tiungkat desa sampai kabupaten agar
segera memperbaiki jalan ini,pasalnya jalan tersebut akses roda perekonomian
kami agar lebih cepat mudah,selain itu di sekita desa ini ada wisata yaitu
pantai Putri cikeong,dan pantai pakis jaya yang melalui jalan tersebut”.
 |
| Ketua komisi C DPRD kabupten Karawang C Elievia
Khrissiana (Kanan),Bersama Wasim Mursalim Wakil Pemimin Redaksi (Kiri) seusai wawancara. |
Melihat kondisi jalan yang parah
seakan belum tersentuh pembangunan.Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang Elievia Khirissana angkat Bicara."Kami
dari Komisi C akan terus mendorong pengajuan jalan jalan yang kondisinya rusak
parah kepada Pemda karawang dan Dinas dinas terkait" Pungkas Ketua Komisi
Dari partai PDIP saat di temui tim posben disela sela Hut PDIP ke 43 di DPC
PDIP Karawang,Minggu (8/05/2016).
Lebih lanjut ,Elievia
Khirissiana.” untuk masalah belum terealisasinya perbaikan jalan, hal itu
disebabkan belum mengucurnya aliran dana yang bisa digunakan untuk hal
tersebut. Meski begitu, pihaknya akan terus mendorong permasalahan itu agar
segera direasalisasi. “Kami akan sampaikan terus permasalahan tersebut ke Pemda
Karawang dan di teruskan pihak terkait agar segera dilaksanakana,Kami akan
terus adakan sidak sidak ke desa desa. ungkapnya.(Wasim Mm)
Jam 11.03 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Bidik,
Daerah,
Hukum
|
Baca Selengkapnya »
 |
|
Dir Binmas PMJ
komBes Budi Wijarnako.SH.MH (Tengah),Ust. Adang Tea(Ketua GARIS) berpeci
Hitam dan juga sebagai Dewan Pembina
K.A.N.N.I , Ruswan Efendi AR.SH ( Ketua PP. K.A.N.N.I )berkemeja Putih lengan
panjang, Yusuf Rizal (Presiden Lira), H. Endang ( Ketua FBB) dan Habib Abdullah
( Pimpinan Laskar Merah Putih)
|
JAKARTA,POSBEN – Dalam rangka Pertemuan dan Sosialisasi
Program Pencegahan Faham Radikal dan Terorisme Polda Metro Jaya bersama tokoh
Ormas dan Ulama se Jabodetabek tepat
pada tanggal 25 maret 2016 bulan kemarin ,DirBinmas PMJ Budi Wijarnako
menjelaskan tentang pentingnnya sosialisasi
penolakan Faham Radikal yang semakin marak di NKRI,oleh karenanya guna
menjaga Kamtibnmas dan guna terciptanya stabilitas keamanan Nasional beliau
mengatakan dalam kesempatan ini bahwa terciptanya kamtibmas di wilayah
Jabodetabek tak lepas dari peran tokoh Ormas,Lsm,Kyai,Habib dan Ulama .Beliau
juga mengharapkanagar para tokoh,ormas,lsm, kyai,habib,ulama dan lainnyadapat
segera melakukan deteksi dini ketika ada gejolak atau indikasi yang akan timbul
ditingkat yang paling rendah sekalipun seperti pengawasan warga,
masyarakat,ditingkat Rt agar melaporkan
pada
Binmas atau Babinsa setempat guna terciptanya kamtibmas diwilayah
masing-masing.
Dalam kesempatan
ini Ketua GARIS DKI Jakarta Ust.Adang sangat mengapresiasi pertemuan yang
difasilitasi oleh Polda Metro Jaya,bahkan Ust. Adang menyarankan agar
pertemuan-pertemuan ini dapat lebih diintensifkan dan dimaksimalisasi sampai
ditingkat yang paling bawah. Uts.Adang mengatakan pula bahwa dalam
menyelesaikan konflik harus dengan cara –cara soft Approach atau dengan cara
pendekatan secara Agama dan dengan cara persuasive juga memberikan pemberdayaan
secara ekonomi. Pemahaman Islam secara utuh kunci dari pencegahan tumbuhnya
faham Radikal dan kedepan nanti agar jangan ada lagi kriminalisasi untuk umat
Islam, saat menutup pembicaraan dan masukan yang disampaikannya dalam pertemuan tersebut. (Red)
Jam 06.10 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Bidik,
Hukum
|
Baca Selengkapnya »
 |
| Foto bersama.Kades Cicadas Abas baesuni,Bimas Cicadas dan
Babinsa cicadas |
BOGOR,POSBEN – Belum lama ini warga desa Cicadas kec. Gunung Putri
kabupaten Bogor Kelimpahan air alias
diterpa kebanjiran. Oleh karena itu
sebagai Kades Cicadas Turut Prihatin atas musibah yang menimpanya. Dan atas inisiatif inilah Kades Cicadas Abas Baesuni.
Abas baesuni turun tangan langsung alias
blusukan kewarganya diperum Griya Cikeas untuk meninjau langsung bencana banjir
yang telah menimpa warganya .
Dan tak luput pula yang turut turun
tangan Bimas Cicadas hadir dilokasi beserta juga partner Abas baesuni yang juga
sebagai Kades yang dianggap suka blusukan yang bernama Karna dan Gunawan , saat ditemui wartawan Posben beliau
mengatakan bahwa sumbangan ini mutlak dari dana Kades sendiri tidak dari
Dana desa dan juga Kades Cicadas ini
mengatakan ini adalah awal langkah utama akan menormalisasi air agar tidak lagi
Perumahan Griya Cikeas kebanjiran dan juga ketua Rt 05/08. Ungkap RT Sodikin
juga mengatakan salut buat Kades Cicadas
Abas baesuni, ini baru contoh kades yang
peduli dengan warganya dilainnya warga perum Griya Cikeas menyambut antusias
dengan adanya acara tersebut dan sekali lagi warga perum griya cikeas berterimakasih kepada
Kepala desa Abas baesuni beserta staf dan jajarannya.Pungkasnya.(Zamaludin /Ambon )
Jam 05.46 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Bidik,
Daerah
|
Baca Selengkapnya »
KARAWANG,JAWA BARAT.Sektor
pertanian menjadi salah satu sektor unggulan pemerintah Kabupaten Karawang dari
tahun ketahun hingga akhirnya kabupaten karawang dikenal dengan julukan kota
lumbung padi. Walaupun kini kota karawang sudah banyak di bangun kawasan industri
namun masyarakat Karawang masih menjadikan sawah sebagai mata pencariannya.
Untuk
itulah pemerintah melaui kementrian Ri Ditjen Prasarana dan Sarana menyerahkan
bantuan pemerintah dengan mengunakan dana APBN Kementrian Pertanian Ri Ditjen
Prasarana dan Prasarana kepada masyarakat karawang yang secara simbolis di
berikan oleh wakil bupati karawang H. ahmad zamakhsary pada hari Rabu (27/4) di
kantor Dinas Pertanian
Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang.
Bantuan yang diberikan tersebut berupa
bantuan alat pertanian seperti traktor 320 unit, pompa air 64 unit dan
transplaster sebanyak 42 unit. Selain alat bantu pertanian, bantuan juga
diberikan dalam bantuan infrastrutur seperti rehap saluran irigasi seluas 5.000
Ha di 30 kecamatan, pembangunan lumbung pertanian sebanyak 10 unit di 7
kecamatan dan pipanisasi sebanyak 2 unit di 2 kecamatan.
Jimmy mengharapkan bantuan tersebut
semoga dapat digunakan sebaik-baiknya untuk lebih menunjang kinerja para petani
di Kabupaten Karawang agar menjadi lebih baik. “saya berharap bantuan ini,
dapat dimaksimalkan dengan baik, sehingga dapat menunjang kinerja para petani
yang ada di karawang agar lebih baik dan sejahtera” ujar Jimmy.(WASIM)
Jam 07.21 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Daerah,
Ekonomi,
Hukum
|
Baca Selengkapnya »

Karawang. Wakil
Bupati Ahmad Zamakhsyari ( Kang Jimmy) sidak lagi dua perusahaan di kawasan
industri KIIC Telukjambe Timur, Selasa (14/4) siang, yaitu PT UTAC dan PT IHARA.
Dari sidak hari ini dan sebelumnya, Jimmy menyimpulkan “seluruh pabrik belum
ada yang memenuhi aturan pemerintah bila mengacu pada UU No 40 Tahun 2007
Perusahaan wajib berikan CSR minimal 1 % dan maksimal 2.5% dari laba per tahun,
UU ini akan di adop akan dibuat Perbup yang sedang proses disusun karena
prihatin masa ada perusahaan hanya berikan CSR untuk kegiatan sejumlah 20 juta
pertahun? Minimal 100 juta lah itu pun kami tidak terima uangnya nanti forum
CSR akan rekomendasikan tempat mana yang dapat layak diberikan CSR CSR harus
bentuk fisik karena ada missal 522 KM jalan Kecamatan Rusak, 486 Km Jalan Desa
Rusak, 1446 SD perlu renovasi, 1126 KM saluran tersier air dangkal perlu
pengerukan untuk keperluan sawah petani dan masih banyak lagi yang lain jangan Cuma
missal nanam pohon tapi tidak di rawat pohon tidak tumbuh dari mana
penghijauannya?” jelasnya
Wakil
Bupati Karawang hadir bersama Kadisnaker Kab Karawang HA Suroto,dan Kepala BPLH
Setya Dharma dan juga dengan personi Forum CSR.
Hal lain
tentang ketenagkerjaan Perda No. 1 Tahun 2011 tentang rekrutmen Kang Jimmy
menjelaskan “60 persen tenaga kerja
harus warga asli Karawang bukan hanya KTP Karawang karena KTP gampang untuk
diajukan pindah dari kota sebelumnya walaupun pendatang baru 1 bulan, maka dari
itu kami moratorium pembuatan KTP dahulu untuk tegakkan PERDA, kami bukan
larang kesempatan yang dari luar kota itu ada persentase 40 persen tenaga kerja
terbuka untuk warga dari luar Karawang karena juga sudah berlaku MEA luar Negara
Indonesia juga silahkan namun minimal 60 persen harus orang Karawang dan
rekrutmen harus satu pintu di Disnakertrans jangan melalui pihak manapun. Di
dinas ini, calon tenaga kerja akan dilatih lagi dan dipersiapkan mentalnya
sebelum masuk kerja di pabrik.”tegasnya
Di PT UTAC,
tenaga kerja lokal Karawang hanya 89 persen dari 858 Karyawan namun itu
berdasar KTP Karawang bukan asli Karawangnya mengenai Limbah PT UTAC sudah
melakukan koordinasi dengan baik sesuai prosedur hanya saja sedikit ada laporan
rutin ke BPLH. Sedangkan di PT IHARA 623
karyawannya sebanyak 226 dengan tenaga kerja asal Karawang hanya 36 persen. Untuk
limbah di PT Ihara ini juga sama yakni memberikan laporan kepada BPLH Karawang.
"Kita
buat moratorium, Perda No. 1 Tahun 2011 harus dilaksanakan, karena jika tidak
dilakukan rekrutmen melalui dinas tenaga kerja malah akan banyak orang yang
berbondong-bondong membuat KTP Karawang untuk bisa bekerja di Karawang," ujar
Jimmy.
semua
perusahaan di Karawang yang tercatat sebanyak 1.586 pabrik wajib memberikan
kesejahteraan ke semua desa se-kabupaten Karawang. Di Perbup nanti dibuat 30 %
untuk desa setempat arah CSR nya 70 % untuk luar Desa. Karena di Karawang
terdapat 297 Desa 12 Kelurahan. Setelah selesai sampling yang tersidak oleh
Wakil Bupati, bulan depan manajemen perusahaan di tiap kawasan diundang ke
kantor Bupati Karawang buat MoU untuk pertama limbah B3 untuk dilaporkan ke
BPLH Limbah Ekonomis di kelola Pemdes setempat disertai laporan ke Pemkab kedua
penyerapan tenaga kerja asli Karawang wajib dilaksanakan sebanyak 60 %, ketiga CSR
minimal 1 % dari laba tahunan, keempat transportasi karyawan harus Plat T
Karawang agar ada pendapatan PAD untuk Karawang dan terakhir peningkatan
ekonomi kerakyatan agar dalam sehari seminggu ada menggunakan batik misalnya
batiknya beli batik Karawang dan bila terima tamu suguhkan sorabi
Rengasdengklok, Semprong dan semua ciri khas agar di promosikan.(wasim/hms)
Jam 17.54 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Daerah,
Hukum
|
Baca Selengkapnya »
Karawang.Wakil
Bupati
Karawang hadiri pelantikan fungsionaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC)
Pemuda
Pancasila Kabupaten Karawang di Hotel Mercure Telukjambe Timur Karawang,
pada
Kamis (14/4) sekitar wilayah tersebut dipenuhi dan memadati lingkungan
tersebut
dengan armada loreng Oranye yang merupakan trade mark Pemuda Pancasila,
hadir Ketua MWC Jabar Tb Dasep, Wakil Ketua DPRD Karawang, perwakilan
Polres dan Kodim 0604 Karawang dan tokoh masyarakat seperti Soni Hersona
dan ketua parpol Karawang Pa bambang dari PAN dan Bu Lina dari PPP.
Ketua MPC Kabupaten Karawang, Rakhmad Gunadi M.Pd
mengimbau kepada ratusan kader PP yang menghadiri acara pelantikan ini, agar
tetap menjaga ketertiban Karawang pada kepemimpinan saya sebelumnya mohon maaf
bila belum optimal namun terimakasih atas kepercayaannya dengan memimpin
kembali MPC periode 2015-2019 Pemuda Pancasila Karawang kedepan harus terus
dekat dengan masyarakat dan senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten
Karawang karena ide gagasan untuk Pemkab akan selalu kami kirimkan untuk
kemajuan Kabupaten Karawang.
Dalam Sambutannya Wakil Bupati Karawang Kang Jimmy
memberikan applause kepada jajaran MPC Pemuda Pancasila yang solid hadir
memeriahkan pelantikan pengurus periode 2015-2019 ini, kedepan apa yang menjadi
program PP kami sambut baik yakni untuk dapat memberikan kontribusi ke Pemkab
Karawang, sedikit saya sampaikan Program Pemkab saat ini sedang di galakkan
Sidak Perusahaan untuk menertibkan Perda no 1 Tahun 2011 semua perusahaan di Karawang yang tercatat
sebanyak 1.586 pabrik wajib memberikan kesejahteraan ke semua desa se-kabupaten
Karawang. Di Perbup nanti dibuat 30 % untuk desa setempat arah CSR nya 70 %
untuk luar Desa. Karena di Karawang terdapat 297 Desa 12 Kelurahan. Setelah
selesai sampling yang tersidak oleh Wakil Bupati, bulan depan manajemen
perusahaan di tiap kawasan diundang ke kantor Bupati Karawang buat MoU untuk
pertama limbah B3 untuk dilaporkan ke BPLH Limbah Ekonomis di kelola Pemdes
setempat disertai laporan ke Pemkab kedua penyerapan tenaga kerja asli Karawang
wajib dilaksanakan sebanyak 60 %, ketiga CSR minimal 1 % dari laba tahunan,
keempat transportasi karyawan harus Plat T Karawang agar ada pendapatan PAD
untuk Karawang dan terakhir peningkatan ekonomi kerakyatan agar dalam sehari
seminggu ada menggunakan batik misalnya batiknya beli batik Karawang dan bila
terima tamu suguhkan sorabi Rengasdengklok, Semprong dan semua ciri khas agar
di promosikan.
Peran Pemuda Pancasila disini yakni untuk
memajukan potensi Orang Karawang, meningkatkan mental dan semangat orang
Karawang asli untuk dapat bekerja di Perusahaan tanpa menimbulkan masalah yang
pada akhirnya berujung pada pemecatan. Kemudian hal lain juga yakni untuk
Keamanan dan Ketertiban juga di harap kotribusi untuk menjaga ke kondusifan
daerah Karawang ini, pengurus Pemuda Pancasila harus menunjukan peran dan
eksistensinya, serta menjadi suri Tauladan generasi muda dalam mengisi
Kemerdekaan RI ini dan falsafah pancasila sendiri terus di tanam dalam hati
sesuai dengan namanya Pemuda Pancasila. Jiwa nasionalisme dan patriotisme harus
di kedepankan dan untuk terus didorong untuk mengisi kemerdekaan dan juga
melaksanakan pembangunan di Kabupaten Karawang ini. Kita harus memantapkan diri
untuk terus berkiprah untuk Indonesia yang sama sama kita cintai ini khususnya
Karawang terakhir saya ucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang telah
dilantik.
Jam 15.23 WIB |
Redaksi : PosBeritaNasional.com
Berita Foto,
Daerah,
Hukum
|
Baca Selengkapnya »