Featured Posts

Resep Jamu Kunyit Asam Segar Untuk Lancarkan Menstruasi dan Langsingkan Tubuh

Posben.com.Jamu kunyit asam sudah jadi resep turun temurun yang sangat ampuh dalam memperlancar menstruasi dan mengurangi rasa kram perut. Selain itu jika diminum secara rutin jamu ini bisa melangsingkan tubuh lho. Kali ini Vemale akan membagikan resep kunyit asam segar yang bisa kamu masak sendiri Ladies.

Bahan:


  • 500 gram kunyit
  • 250 gram gula jawa
  • 500 gram asam jawa
  • 2000 ml air
  • 1/4 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Kupas kunyit, bersihkan dan parut atau blender sampai halus.
  2. Saring dan ambil airnya.
  3. Rebus air bersama kunyit dan tambahkan asam, gula, dan garam.
  4. Aduk dan masak sampai mendidih.
  5. Angkat dan dinginkan.
  6. Jamu siap diminum.
  7. Masukkan lemari es agar lebih segar,

Sangat mudah dan praktis bukan Ladies? Minuman ini juga sangat sehat untuk tubuh. Selamat mencoba ya!(red/Vemale)

Jam 06.45 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com , | Baca Selengkapnya »

Resep Praktis Wedang Serai Bisa Atasi Gejala Flu dan Pegal Linu


Seputar Kuliner,Posben.Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan kuliner. Tak hanya kaya dari sisi makanan, Indonesia juga kaya akan minuman. Dan salah satu minuman yang terkenal di Indonesia adalah wedang. Wedang sendiri bisa berupa wedang jahe, wedang asam, wedang serai atau wedang lainnya. Oh iya, berbicara mengenai wedang, kali ini Vemale punya satu resep wedang yang enak dan punya manfaat lebih bagi kesehatan. Wedang tersebut adalah wedang serai. Gimana cara membuat wedang serai ini? Berikut resepnya.

Bahan
  • 10 batang serai (memarkan)
  • 200 gram gula batu 
  • 5 sdm madu 
  • 3 liter air

Cara Membuat
  1. Batang serai yang sudah siap dicuci hingga bersih lalu dimemarkan.
  2. Masukkan ke dalam panci yang berisi air lalu masak dengan api sedang. 
  3. Masukkan gula batu dan madu ke dalam air. 
  4. Masak kira-kira selama 20 menit hingga gula batu larut dan air mendidih. 
  5. Sambil memasak, aduk-aduk terus wedang serai dan pastikan semua bahan telah tercampur rata. 
  6. Jika wedang sudah mendidih, matikan api lalu diamkan beberapa saat hingga hangat atau dingin.
Saring lalu sajikan.

Ladies, itulah resep praktis membuat wedang serai. Gimana, resep yang sangat mudah bukan? Selain enak dan melegakan tenggorokan serta menenangkan pikiran, wedang jahe juga dipercaya bisa mengatasi gejala flu. Tak hanya itu saja, wedang jahe juga dipercaya bisa meringankan pegal-pegal dan nyeri di tubuh. Semoga resep ini bermanfaat ya. Selamat mencoba.(Vemale.com)

Jam 06.39 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com | Baca Selengkapnya »

Monitoring Pejabat Bupati Karawang Ke Kecamatan Pakisjaya

Karawang-Posben.Menjalin silaturahmi dengan semua pihak demi lancarnya roda pemerintahan daerah Kabupaten Karawang, serta untuk lebih mengenal masyarakat baik dari kebudayaannya maupun potensi wilayahnya menjadikan agenda utama bagi Penjabat Bapati Karawang dalam  melakukan monitoring kegiatan minggon di kantor desa Tanjung pakis kecamatan di Kecamatan Pakisjya, Selasa (12/1/2016), sehingga terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan seluruh element masyarakat.

Dalam sambutannya Penjabat Bupati Karawang Ir. Deddi Mulyadi menyampaikan bahwa, sebagai Penjabat Bupati, sudah seharusnya melakukan silaturahmi kepada masyarakat Kabupaten Karawang, karena dengan perkenalan dan terjalinnya tali silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Pakisjaya khususnya Desa Tanjung Pakis dapat memperkuat sinergisitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat sehingga program yang sudah disiapkan dan akan dijalankan oleh pemerintahan kedepannya dapat tercapai dengan lancar, serta dapat tepat sasaran dan tepat guna.

Selanjutnya dalam monitoring di Kecamatan Pakisjaya Penjabat Bupati Karawang merespon masukan dari beberapa perwakilan Kepala Desa dari tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Pakisjaya, Kecamatan Tirtajaya dan Kecamatan Batujaya bahwa, pembangunan infrastruktur jalan di Desa Medang Karya Kecamatan Tirtajaya akan diperbaiki, di Desa Tanjung Pakis kecamatan Pakisjaya mengenai penanganan tanggul citarum yang harus segera diperbaiki sebab rumah warga berada di dalam area bibir tanggul sehingga menyebabkan banjir dan pembuatan jalan lingkar menuju kecamatan Batujaya untuk dapat membuka potensi wisata baru yaitu Pulau Putri yang berada di desa Tanjung Pakis dan membuka akses ke tempat wisata lainnya yang berada sejalan dengan jalur lingkar tersebut seperti candi jiwa,  selain itu Para Kepala Desa juga mengharapkan agar  Anggaran Dana Desa dapat dinaikkan guna pembangunan infrastruktur dan dan kebutuhan sarana lainnya..

Terakhir Penjabat Bupati Karawang sebelum mengakhiri monitoring di Kecamatan Pakisjaya berharap bahwa, dengan komunikasi kita jalin kerjasama yang baik sehingga terjalin sinergisitas antar semua pihak guna membangun Kabupaten Karawang yang lebih baik dan menjadikan masyarakat karawang sejahtera.

Monitoring di Kecamatan Pakisjaya dihadiri pula Asisten Pembangunan, Kepala Bapeda, Kadin Cipta Karya, perwakilan dari Dinas Bina Marga dan Pengairan, BPBD, Camat Pakisjaya, Camat, Tirtajaya, Camat Batujaya, tim penggerak PKK, seluruh kepala desa tiga kecamatan.
Secara umum Penjabat Bupati dan para Kepala OPD merespons keinginan dan usulan warga dengan catatan bahwa untuk pelaksanaan Musrenbang tahun 2016 seluruh desa dapat mengajukan usulan program kegiatan untuk tahun 2017. Hal ini sangat penting agar dalam Musrenbang tingkat Kabupaten dapat mengkaji secara seksama setiap usulan dari masyarakat sesuai skala prioritas.**(Wasim/hms)

Jam 06.15 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com , | Baca Selengkapnya »

Johan Budi Jadi Juru Bicara Presiden

Jakarta,Posben.Johan resmi menjadi juru bicara Presiden mulai Selasa (12/1/2016), Presiden Joko Widodo menunjuk Johan Budi SP menjadi juru bicara Presiden. Jokowi menilai, Johan berpengalaman dan mampu mengomunikasikan program Presiden dan pemerintah kepada rakyat.

Selain mengomunikasikan program Presiden dan pemerintah, Johan juga bertanggung jawab menjadi koordinator humas semua kementerian.

"Sudah saya sampaikan, beliau sangat berpengalaman, dan nantinya akan mengoordinasikan juga humas-humas yang ada di kementerian agar kita menjadi satu (suara)," kata Jokowi, Selasa sore.
Secara pribadi, Jokowi menilai mantan pimpinan sementara dan juru bicara KPK itu sebagai figur
yang bersih.

"Saya senang semakin banyak orang baik di lingkungan Istana yang membantu saya," ungkapnya.

Johan sebelumnya mengikuti proses seleksi calon pimpinan KPK. Namun, dalam voting di Komisi III DPR, Johan kalah suara sehingga gagal menjadi pimpinan KPK.

Johan kemudian menyatakan keinginannya untuk mundur dari KPK. Johan menganggap 10 tahun kariernya di lembaga antikorupsi itu sudah cukup.

Belakangan, mantan wartawan itu mengaku siap menjadi juru bicara Presiden jika diminta.

"Saya tentu siap bantu Pak Presiden Jokowi kalau diminta jadi jubir," ujar Johan.(red/kompas.com)

Jam 05.50 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com , , | Baca Selengkapnya »

Peresmian Sentra Makanan Jajanan Siap Saji,Di Kawasan Wisata Air.

Karawang.Posben.Makanan jajanan atau street food menurut FAO didefinisikan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan atau dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan tempat-tempat keramaian umum yang langsung dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan lebih lanjut. Konsumsi makanan jajanan di masyarakat terus mengalami peningkatan seiring terbatasnya waktu untuk mengolah makanan sendiri.

Oleh karena itu, para pengolah dan penyaji makanan jajanan harus mentaati aturan-aturan yang berkaitan dengan persyaratan hygiene sanitasi makanan jajanan Jasaboga sesuai keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 715/MENKES/SK/V Tahun 2003, diantaranya makanan jajanan harus sehat, bersih, tidak mengandung kotoran dan bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang melalukan peningkatan kualitas dan pemberdayaan pedagang makanan jajanan / pedagang kaki lima di bidang kuliner untuk melakukan sentralisasi melalui penyediaan area yang aman dan strategis didukung oleh sarana dan prasarana yang memenuhi persyaratan kesehatan melalui penyediaan lingkungan yang kondusif bagi pedagang dan konsumen dalam penyediaan makanan yang sehat dan hygiene sanitasi.

Pada tahun 2015 melalui Tugas Perbantuan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kabupaten Karawang dijadikan salah satu kabupaten yang melaksanakan kegiatan pengembangan sentra pangan jajanan siap saji.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam sambutannya Sekertaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi menyampaikan bahwa, program yang direncanakan untuk sentra makanan jajanan ini dapat terwujud dari kerjasama Pemerintah Daerah dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima, sehingga menjadikan kawasanan pusat makanan jajanan dapat tertata rapi dan terjaga kebersihannya. Karena jajanan makanan merupakan sentra Ketahanan Pangan yang harus terus dikembangkan.

Selanjutnya dalam pengolahan makanan yang disajikan kepada konsumen tegas Sekda, harus bersih dan hygiene, dengan tidak menghalalkan segala cara dalam mengolah makanan yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Hal tersebut juga untuk meminimalisir pertumbuhan bibit penyakit, karenan makanan yang dikonsumsi kurang diperhatikan kebersihan dalam proses pengolahannya.

Merespon pernyataan dari Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima mengenai peningkatan sarana dan prasarana dalam menunjang kenyamanan para pengunjung, Sekda menegaskan bahwa, harus dibangun WC agar para pengunjung tidak kesulitan apabila ingin ke toilet, jalan tembusan untuk mempermudah akses bagi para pengunjung sentra makanan jajanan siap saji, serta perbaikan agar pengunjung merasa nyaman menuju area sentar makanan jajajanan tersebut. Sekretaris daerah juga berterima kasih kepada Kodim 0604 atas bantuannya dalam  penyediaan akses jalan menuju lokasi tersebut.

Terakhir Sekda Kabupaten Karawang berharap bahwa, dengan hadirnya sentra makanan jajanan ini dapat mengurai resiko penyebaran penyakit dari proses pengolahannya yang kurang hygienis, serta memberi pilihan kepada masyarakat dalam berwisata kuliner di Kabupaten Karawang.

Acara peresmian Sentra Jajanan Pangan Siap Saji di Kabupaten Karawang Tahun 2015 berlangsung di Lokasi Pedagang Koperasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (KPKLI) Kampung Guro III Kelurahan Karawang Wetan Kec. Karawang Timur, pada Jumat (8/1) turut hadir Asisten Pembangunan, Kadin Koperasi, Kadin Kesehatan, ketua Bapeda, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Kabupaten Karawang, serta perwakilan dari  pedagang kaki lima.

Dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Dr. H. Yuska Yasin, MM menjelaskan bahwa, pusat sentra makanan jajanan yang menjadi binaan Dinkes berlokasi di dua tempat, yaitu Lokasi Pedagang Koperasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (KPKLI) Kampung Guro III Kelurahan Karawang Wetan Kec. Karawang Timur dan Sentra Oleh-oleh Karawang Jln. Interchange Tol Karawang Barat Kec. Telukjambe Timur.

Terakhir Kadinkes menyampaikan bahwa sarana dan prasarana yang telah didistribusikan untuk sentra pangan jajanan antara lain :
1.    1. Fasilitas pencucian peralatan komunal dan sarana kesehatan lingkungan (sarana air bersih dan pengelolaan limbah) sebanyak 4 paket: torn air, saluran pembuangan limbah, dan bak pencucian peralatan.
2.      2. Fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTSP) sebanyak 10 paket: saluran air dan wastafel cuci tangan.
3.      3. Fasilitas penyimpanan makanan dan bahan mentah sebanyak 4 paket: lemari es dua pintu.
4.      4. Sarana sanitasi dan pendukung lainnya sebanyak 20 paket: etalase penyaji makanan, rak peralatan makanan, tempat sampah, insect killer, dan peralatan makan.

adapun dasar hukum mengenai sentra makanan jajanan siap saji yang diresmikan adalah:
1.      1. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.
2.      2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, utamanya pasal 162 dan 163 ayat 3.
3.      3. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2005 Tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan.
4.      4. Peraturan Presiden RI Nomor 125 Tahun 2012 Tentang Koordinasi Penataa dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
5.      5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
6.     6.  Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 942 Tahun 2003 Tentang Pedoman Persyaratan Hidiene dan Sanitasi Makanan Jajanan.

Jam 20.49 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com , | Baca Selengkapnya »

Terkait Dugaan Juala Beli Tanah Negara,Kades Baturaden Diduga Terlibat



 Karawang.Posben.Para penegak Hukum Harus selidiki Dugaan Jual beli tanah Negara seluas 512.003 M2 oleh para mafia tanah alias biong di Desa Baturaden, Kabupaten Karawang tampaknya mulai memanas. Pasalnya, transaksi jual beli  tanah garapan tambak dan sawah oleh warga selama ini dalam bentuk status tanah Surat Keterangan Desa (SKD) itu diduga melibatkan Kepala Desa Baturaden. Kontan saja para tokoh bersama warga masyarakat setempat ambil sikap. Pasalnya, Puluhan warga diketahui berkumpul di rumah salah seorang tokoh masyarakat untuk membahas tuntutan mereka kepada kepala desa setempat pada.

Musyawarah menuntut penjelasan Kepala Desa Baturaden pada hari itu menemui jalan buntu, Kades Baturaden tidak memenuhi undangan warga dengan alasan salah tanggal dalam surat udangan tersebut, “kami sangat kecewa, karena selama ini kami merasa sangat dirugikan dan dibokong, kami sebagai penggarapan tanah perhutani selama puluhan tahun ini di jual oleh oknum mafia tanah kepada perusahaan yang melibatkan Kepala Desa Baturaden tanpa sepengetahuan kami” kata salah seorang warga yang enggan dituliskan namanya saat ditemui Posben pada Minggu kemarin. Menurut sumber yang mewakili seluruh penggarap tanah tersebut mengatakan, tindak perbuatan jual beli tanah tersebut jelas sangat melanggar aturan, “kami  memiliki SKD bahkan SK Gubernur Jawa Barat, bahkan tanah tersebut sudah ada warga penggarap sudah membayar kepada pihak lain, maka penjualan tanah tersebut yang tentunya melibatkan Kades Baturaden jelas pelanggaran dan ini harus disikapi secara hukum” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Baturaden saat di konfirmasi tim Posben melalui telepon selulernya menyatakan pihaknya tidak pernah menjual tanah yang dimaksudkan warga, “saya tidak merasa menjual tanah negara tersebut,kalau saya menjual banayak duit dong” katanyaTerkait tidak menghadiri undangan warga, Kades Baturaden menjelaskan, surat undangan tersebut salah ketik bukan hari Minggu melainkan hari Senin, “yang jelas, tanah tersebut akan segera digunakan oleh negara untuk kepentingan pada pertanian dan perikanan” pungkas Kades.


Penjualan tanah tersebut, masih menurut seorang sumber warga setempat, pihaknya merasa dijadikan korban, “saya merasa menjadi korban oleh mafia tanah yang berinisial NN,saya diminta oleh NN untuk mencarikan lokasi tanah yang mau dijual di Desa Baturaden, setelah itu, saya diminta untuk melakukan pembayaran tanda jadi kepada pemilik tanah garapan yang atas nama Oong kepada mantan RT, Tasim karena RT Tasim mengetahui tanah tersebut, nilainya sekitar Rp 2.000.000” katanya. Sumber MNi juga menyatakan, dirinya dipaksa harus mengakui memiliki tanah garapan atas nama Asim saat pembayaran tahap awal di Desa Baturaden yang diketahui oleh Kepala Desa Baturaden pada itu, “saya tidak ingat hari dan tanggalnya, saat ini saya hanya berharap agar kasus tanah di Desa Baturaden segera terungkap, jangan sampai ada korban berikutnya,bila permasalahan ini sampai ke jalur hukum maka saya siap.menjadi saksi” tegasnya./Wsm 

Jam 20.32 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com , , | Baca Selengkapnya »

Siswa Melakukan Pemalakan,Pihak Sekolah Seakan Tutup Mata




Pemalang POSBEN -  Kasus pemalakan di kalangan siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) beredar lagi ,bahkan musibah ini menimpa seorang siswi yang menjadi korban pemalakan tidak berani masuk sekolah karena ketakutan. Informasi yang berhasil dihimpun Posben menyebutkan, beberapa siswa SMP Negeri 2 belik  memalak   salah satu siswi kls 7E ,sebut saja putri dari bapak Nanang Arifin warga dk sodong   desa sikasur kecamatan belik kabupaten pemalang . Hampir setiap hari dari nilai rupiah  100rb sampai dengan 150rb dan membesar dengan jumlah Rp 1.850.000 di palak teman siswanya dan kejadian tersebut  di kelas sekolah SMP Negeri 2 Belik , sehingga  orang tua korban mengadu ke sekolah ,tapi pihak kepala sekolah  Mulyadi tidak bisa di temui,

Dalam menanggapi  hal ini nanang aripin langsung melaporkan tindakan siswa tersebut ke polsek belik ,dia beranggapan pihak sekolah tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan seakan tutup mata , dan saat datang kesekolah  sempat tejadi ketegangan dengan pihak sekolah karena tanggapan dari oknum guru  yang kebetulan tetangga dari nanang aripin”  hal itu sudah sering tejadi “dan pihak sekolah tidak mengurusi satu orang murid saja ,melainkan 800 siswa..!ungkap oknum guru tesebut.yang notabenya tetangga dari nanang aripin.
Hingga saat ini pihak kepala sekolah tidak bisa di temui oleh awak media ,hanya wali kelas 7E bapak makrus yang menemui saat di konfirmasi dan menurut beliau pihaknya akan memanggil  orang tua siswa pelaku ,hingga berita ini di buat  belum ada penyelesaian dari pihak sekolah. Dugaan terjadinya pembiaran tampak nyata dengan kejadian di kelas sekolahan tersebut, dan sampai saat ini  belum ada tindakan dari pihak sekolah .

Menurut penulis,staff pengajar pada IKIP Saraswati

Hal menarik untuk dikaji bersama dari kasus tersebut adalah, sejauh itukah kemerosotan moral (akhlak) telah melanda para siswa atau kejadian itu hanya kasuistis sifatnya, yang bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dan tidak perlu dipersoalkan? Memang dunia kini sedang dilanda perubahan yang pesat akibat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sasarannya meliputi tata nilai, norma-norma sosial, pola-pola perilaku, interaksi sosial, dan lain-lain.

Dalam merespons perubahan sosiobudaya dengan fenomena peradaban yang cenderung mendunia dan derasnya desakan arus globalisasi, sekolah sebagai institusi yang bertugas membangun dan membentuk kepribadian siswa harus adaptif dan responsif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya. Jika tidak, anak didik akan mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang terutama pada siswa SMA, sebab menurut Ahmadi (1991) anak pada usia ini sedang berada pada masa pubertas dengan ciri-ciri anak tidak hanya bersifat reaktif akan tetapi sudah mulai aktif dalam rangka menemukan diri (akunya).

Dalam kondisi yang labil, anak akan mudah terjerumus dalam berbagai perilaku menyimpang, bahkan amat rentan diprovokasi untuk melakukan perbuatan yang lebih mengandalkan kekuatan fisik ketimbang akal sehat. Dalam kehidupan kemasyarakatan, anak pada usia ini sangat mudah mengartikulasikan kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu, guru di sekolah selain bertugas memberikan pengetahuan akademik kepada para siswa, membina sikap dan kepribadian mereka, juga merupakan tugas yang tidak bisa diabaikan. Sebab, penjejalan berbagai teori akademik tanpa diimbangi dengan penanaman nilai-nilai moral, etika, budi pekerti, dan agama terhadap peserta didik, hanya akan melahirkan sifat-sifat intelektual otoritarian yang cenderung ortodok.

Hal demikian akan menjadi sebuah dialektika dalam sistem pendidikan nasional yang menjadikan Pancasila sebagai abstraksi nilai tertinggi yang harus dihormati dan ditaati. Di dalamnya berisi batas-batas moral, etika, dan sopan santun, yang menjadi faktor determinan dalam proses pendidikan di Indonesia.

Dengan demikian, baik guru di sekolah maupun orangtua siswa di rumah harus bersama-sama memperhatikan proses perkembangan pendidikan atau kepribadian anak, dan tidak saling melempar tanggung jawab. Tugas guru memang berat, di samping mengajar juga harus mendidik. Di tengah-tengah kuatnya tuntutan terhadap profesionalisme guru untuk memajukan dan meningkatkan kualitas lulusan pendidikan, di Denpasar justru muncul sifat premanisme yang dilakukan dua orang siswa di Denpasar baru-baru ini, yakni melakukan pemerasan (pemalakan) terhadap seorang siswa dari sekolah lainnya. Kasus demikian telah menimbulkan kecemasan sosial, baik bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat secara luas. Sebab, menurut Hary H.Gunawan (2000), ekses dari perilaku siswa semacam itu dapat menimbulkan gap generation dalam arti anak-anak yang diharapkan sebagai kader penerus atau pemimpin bangsa (revitalising agent) malah tergelincir ke dalam lumpur kehinaan, bagaikan kuncup bunga yang gugur sebelum mekar menyerbakkan bau wangi. 

Premanisme Siswa

Perilaku memalak yang dilakukan siswa itu, hanya salah satu bentuk sikap premanisme siswa yang muncul ke permukaan, mungkin di beberapa sekolah lain banyak sikap premanisme semacam itu yang barangkali dipandang sebagai sesuatu yang wajar-wajar saja. Guru, orangtua, dan pemerintah seharusnya tidak boleh bersikap apatis dan permisif terhadap gejala sosial yang melanda kalangan siswa tersebut. Sebab, jika toleransi terhadap perilaku semacam itu dikondisikan, lambat laun sekolah tidak lagi dipandang sebagai pusat kebudayaan yang mampu melahirkan manusia-manusia intelek yang bermoral dan bermartabat tinggi, akan tetapi sebagai tempat ''mencetak preman'' yang dalam hidupnya menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi keinginannya.
Terhadap kasus tersebut, siapa yang seharusnya paling betanggung jawab? Tanpa bermaksud mencari siapa yang  bersalah dalam kasus itu, dan untuk mencari solusinya mungkin ada baiknya jika mengacu pada pandangan Merton yang menyatakan bahwa manusia dibentuk oleh struktur sosial di mana mereka hidup. Inti dari pandangan Merton adalah masalah sentral dalam struktur sosial meliputi pilihan-pilihan di antara alternatif-alternatif secara sosial. Artinya, dalam melakukan tindakannya orang memiliki beberapa pilihan, akan tetapi alternatif ini secara sosial akan dimantapkan oleh tuntutan-tuntutan normatif. Dengan demikian, dalam pandangan tersebut para aktor memiliki kebebasan yang luas untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan (Poloma, 1984:45).
Jika mengacu pada hal tersebut dan bila dihubungkan dengan perilaku siswa pemalak sebab, mereka (pemalak-red) sudah tidak melihat lagi ada batas-batas moral, norma, dan nilai-nilai yang membatasi tindakan mereka dalam upaya memenuhi keinginannya. Memang menurut Merton para aktor memiliki kebebasan untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan, tetapi Merton juga menegaskan bahwa dalam menentukan pilihannya secara sosial harus dimantapkan oleh tuntutan-tuntutan normatif. Artinya, Merton pun mengakui bahwa masih ada batas-batas moral, nilai, dan norma yang harus diperhatikan oleh para aktor dalam menentukan pilihannya, dalam arti tidak sebebas-bebasnya.

Pandangannya ini dijadikan acuan dalam mengantisipasi kemungkinan meluasnya kasus premanisme di kalangan para siswa. Sebab, bagimana pun majunya perkembangan kebudayaan masyarakat akibat ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai kesusilaan, sopan santun, dan nilai-nilai moral hendaknya tetap dijadikan pilar dalam membangun karakteristik dan kepribadian para peserta didik. Jika  tidak, ketinggian ilmu pengetahuan yang dimiliki para siswa tidak akan berarti apa-apa. Betapapun beratnya tugas memanusiakan manusia, semua itu harus dilakukan para guru dengan hati yang tulus. Sebab, guru sebagai pencetak kader-kader bangsa merupakan suatu profesionalisme yang memerlukan dedikasi tinggi, meski penghargaan permerintah terhadap mereka (guru-red) belum sebanding dengan tugas yang dibebankan di pundak para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Jadi, dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini, siswa, guru, atau siapa pun harus tetap menjadikan moral, etika, dan sopan santun sebagai batas-batas dalam berperilaku. (Tim posben)


Jam 09.47 WIB | Redaksi : PosBeritaNasional.com , , , , , | Baca Selengkapnya »